Jejak Literasi dan Spiritual: Cara Santri MA Persis Tarogong Membangun Desa

Jejak Literasi dan Spiritual: Cara Santri MA Persis Tarogong Membangun Desa Jejak Literasi dan Spiritual: Cara Santri MA Persis Tarogong Membangun Desa

BISNISREAL.COM, GARUT – Jumat (30/01/02026) Di tengah udara sejuk perbukitan Caringin dan Mekarmukti, suasana Kamis, 29 Januari 2026, terasa sedikit berbeda. Bukan sekadar rutinitas warga desa, melainkan kehadiran ratusan santri MA Persis Tarogong yang membawa misi besar: Program Latihan Khidmat Jam’iyyah (PLKJ). Tahun ini, PLKJ bukan sekadar praktik mengajar, melainkan sebuah gerakan filantropi santri yang berhasil menyentuh 11 desa di dua kecamatan tersebut.

Bagi para santri, PLKJ adalah “laboratorium kehidupan”. Di sinilah teori tentang ukhuwah (persaudaraan) dan khidmat (pelayanan) diuji. Uniknya, seluruh bantuan yang disalurkan—mulai dari 630 mushaf Al-Qur’an hingga ratusan perlengkapan ibadah lainnya—bukanlah sekadar pemberian dari sekolah, melainkan hasil kemandirian santri dalam menghimpun donasi dari berbagai jejaring sponsor dan donatur.

Sinergi Logistik dan Spiritual Distribusi bantuan dilakukan secara merata di 6 desa wilayah Caringin dan 5 desa di Mekarmukti. Daftar bantuannya pun sangat spesifik menyasar kebutuhan akar rumput:

  • Fasilitas Masjid: 66 rol karpet, 100 unit PJU, dan 40 dus air mineral.
  • Literasi Agama: 630 Al-Qur’an, 210 buku Iqra, dan buku-buku dakwah.
  • Sandang Ibadah: Ratusan kerudung, mukena, kopiah, hingga gamis.
  1. Aan Adam, Lc., Kepala MA Persis Tarogong, menekankan bahwa nilai bantuan ini tidak diukur dari angka nominal. “Ini soal ketulusan. Kami ingin santri pulang membawa empati, bukan sekadar laporan kegiatan,” ungkapnya.

Apresiasi dari Gerbang Desa Kehadiran santri disambut hangat oleh pemerintah setempat. Camat Caringin, Ujang Kuswara, memberikan apresiasi tinggi karena para santri tidak hanya memberi barang, tapi juga terlibat dalam pemulihan pasca-bencana dan memberikan motivasi belajar bagi anak-anak desa. “Langkah besar selalu dimulai dari hal kecil. Kalian sedang membangun fondasi masa depan di sini,” pesannya.

Nada haru datang dari Mekarmukti. Camat Eko Hartanto mengingatkan para santri untuk mensyukuri akses pendidikan mereka yang mapan, sembari melihat kenyataan bahwa banyak anak di pelosok Mekarmukti yang harus berjuang lebih keras hanya untuk bersekolah. Hal ini menjadi refleksi mendalam bagi santri agar tetap rendah hati dan terus memberi arti bagi sesama.

Kekuatan Kolaborasi Kesuksesan bakti sosial ini tidak lepas dari dukungan raksasa kolaborasi antara orang tua santri dan puluhan mitra strategis, mulai dari sektor perbankan seperti BSI dan BPRS Mentari, hingga komunitas sosial seperti Rumah Zakat dan Masjid Nusantara. Sinergi ini membuktikan bahwa ketika niat tulus santri bertemu dengan kepercayaan publik, dampak yang dihasilkan bisa sangat luas.

PLKJ 2026 adalah bukti bahwa santri masa kini adalah agen perubahan yang mampu mengorganisir bantuan secara profesional, memimpin di tengah masyarakat, dan tetap menjaga identitas religiusitas mereka.

Kegiatan bakti sosial ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, baik lembaga, perusahaan, maupun komunitas. Adapun sponsor dan mitra pendukung kegiatan Bakti Sosial PLKJ 2026 meliputi: Damar Desa, CV. Putra Padjadjaran, BPRS Mentari, PT. Calysta Prima Estetik, Falexindo Perkasa, Syar’i Beauty Care, Syalna, Lumbung Padi, Toko Chaca, Twin Gold, RAXL, Tie Cell, Klinik Cipanas, Rumah Zakat Indonesia, Yayasan Baitul Mal PLN, Baik Foundation, Yayasan Ummu Al Mumtaza Cileungsi, PO. Dhemobilindo Radja Putra, Sampireun, Khai Shejab, Bank Syariah Indonesia, Kopontren 76, Flasco, Star Energy, Pertamina, Hamzah Craetive, Chocodot, Masjid Nusantara, Yamusa, Charieta Design, Mojang Leather, Jembar Rezeki, dan Brayan Grosir, serta dukungan dari orang tua santri, para muhsinin, dan donatur lainnya.

PLKJ merupakan program pengabdian santri selama dua pekan yang berfokus pada pendidikan, keagamaan, dan sosial, dengan tujuan mengasah keterampilan sosial dan kepemimpinan santri melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.