BISNISREAL.COM, JAKARTA – Rabu (18/02/2026) Memasuki awal tahun 2026, Indonesia tidak sedang dalam kondisi yang sepenuhnya baik-baik saja. Berdasarkan data periode Januari hingga Februari 2026, lebih dari 1,5 juta jiwa terdampak bencana alam, dengan titik krisis terdalam berada di wilayah Sumatera, khususnya Aceh Utara dan Gayo Lues. Di sinilah, momen Ramadhan 1447 H bukan lagi sekadar ritual ibadah menahan lapar, melainkan menjadi momentum krusial bagi ketahanan sosial bangsa.
Direktur Utama Laznas BMH, Bapak Supendi menegaskan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) hadir dengan visi yang lebih tajam yakni “Bahagia dengan Berzakat”. Pesan ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah antitesis terhadap pandangan lama bahwa zakat adalah beban. Bagi BMH, kebahagiaan sejati seorang Muslim terletak pada kemampuannya memberikan dampak nyata bagi sesama yang sedang berada di titik nadir, ujar Supendi dalam Konferensi Persnya, Senin 16 Februari 2026, pukul 13.30 sampai selesai di Bangi Kopi, Jalan Raya Pasar Minggu Jakarta Selatan No.12 Km.
Dari Krisis Domestik ke Luka Global
Program Ramadhan tahun ini dirancang untuk menjawab tantangan yang sangat kompleks. Secara domestik, BMH memberikan perhatian khusus pada perbaikan puluhan ribu unit hunian yang hancur di Sumatera Utara dan Barat, serta pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana. Namun, kepedulian tersebut tidak berhenti di batas administrasi negara. Kemudian BMH secara tegas tetap mengalokasikan bantuan untuk krisis kemanusiaan di Palestina dan Sudan, menegaskan bahwa solidaritas umat adalah tanpa batas tuturnya.
Strategi Dampak Berlapapis
Apa yang membedakan gerakan BMH kali ini adalah pendekatan Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang.
- Jangka Pendek: Fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar penyintas bencana melalui paket “Bahagia Berbagi” dan bantuan pangan selama bulan suci agar beban ekonomi mereka meringan.
- Jangka Panjang: BMH menargetkan penguatan modal sosial dan peningkatan disposable income bagi mustahik. Dengan mengurangi beban pengeluaran dasar melalui zakat, masyarakat diharapkan memiliki ruang finansial untuk kebutuhan produktif.
Transparansi dan Indikator Kinerja
Di era digital, kepercayaan adalah mata uang utama. BMH menetapkan indikator kinerja yang sangat ketat untuk program 1447 H ini. Mereka menargetkan minimal 80% penerima manfaat merasa terbantu secara signifikan dan memastikan 100% fasilitas yang dibangun kembali dapat berfungsi optimal. Sistem monitoring dan evaluasi pun dilakukan secara berkala melalui laporan mingguan hingga publikasi media massa untuk menjamin setiap rupiah zakat tersalurkan tepat sasaran.
Melalui zakat, kebahagiaan tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan menjalar menjadi harapan bagi jutaan orang. Ramadhan 1447 H adalah waktu yang tepat untuk membuktikan bahwa kedermawanan adalah teknologi sosial terbaik untuk memulihkan dunia.
BMH Pusat: Kalibata Office Park
Jalan Raya Pasar Minggu No.21 No. Blok H RT.5, RT.1/RW.8, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12780, Indonesia. Telphone 021 – 7975770 sekretariat@bmh.or.id https://bmh.or.id/

