Menembus Pelosok Mentawai: Misi Akademis UNAND Melalui Program Nagari Binaan

Menembus Pelosok Mentawai: Misi Akademis UNAND Melalui Program Nagari Binaan Menembus Pelosok Mentawai: Misi Akademis UNAND Melalui Program Nagari Binaan

BISNISREAL.COM, PADANG – Rabu (11/02/2026) Membangun sebuah bangsa tidak bisa hanya dilakukan dari pusat kota. Premis inilah yang dipegang teguh oleh Universitas Andalas (UNAND). Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UNAND meluncurkan inisiatif ambisius untuk tahun 2025: Program Nagari Binaan. Sebanyak 17 Nagari/Desa dan Kecamatan telah terpilih melalui seleksi ketat untuk menjadi laboratorium hidup bagi kemajuan daerah.

Program ini berada di bawah koordinasi Prof. Dr. techn. Marzuki selaku Ketua LPPM UNAND menegaskan Sinergi Akademis dan Kearifan Lokal Program ini lahir dari kesadaran bahwa tantangan di tingkat desa sering kali kompleks. Masalahnya bukan sekadar kurangnya dana, melainkan keterbatasan akses terhadap teknologi dan tata kelola yang modern. Di sinilah UNAND hadir bukan sebagai “tamu,” melainkan sebagai mitra strategis.

Daftar nagari yang terpilih mencerminkan keberagaman geografis Sumatera Barat—mulai dari Nagari Balingka di kaki Gunung Singgalang, Agam, hingga wilayah terpencil Muara Sikabaluan di Kepulauan Mentawai. Setiap daerah membawa karakteristik uniknya masing-masing, dan UNAND akan menyesuaikan kepakaran dosennya untuk menjawab kebutuhan spesifik tersebut, tutur Prof. Dr. techn. Marzuki.

Kemudian Tiga Pilar Utama Transformasi Fokus pendampingan intensif ini mencakup tiga area krusial yang saling berkaitan:

  1. Revolusi Tata Kelola: Membantu perangkat desa dalam menciptakan sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data.
  2. Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Mengidentifikasi produk unggulan lokal dan memberikan sentuhan riset agar produk tersebut memiliki nilai jual tinggi di pasar nasional.
  3. Akselerasi Digitalisasi: Menghapus sekat isolasi teknologi dengan menerapkan sistem pelayanan desa berbasis digital (E-Government).

Kecamatan Pauh: Etalase Sinergi Kampus-Masyarakat Hal menarik dalam program tahun 2025 ini adalah penetapan Kecamatan Pauh sebagai “Kecamatan Binaan Khusus.” Sebagai wilayah yang menjadi rumah bagi kampus hijau UNAND, Pauh akan menjadi model percontohan bagaimana sebuah institusi pendidikan tinggi bisa memberikan dampak langsung bagi tetangga terdekatnya. Sinergi ini diharapkan menciptakan harmoni antara pertumbuhan kampus dan kesejahteraan masyarakat di sekelilingnya.

Harapan untuk Masa Depan Bagi Nagari yang terpilih, ini adalah tiket emas. Mereka tidak lagi berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan adanya Koordinator Pendampingan yang terdiri dari pakar-pakar terbaik, setiap hambatan teknis bisa dicarikan solusinya melalui pendekatan ilmiah.

Pada akhirnya, Program Nagari Binaan ini adalah bukti nyata bahwa menara gading universitas harus diruntuhkan. Ilmu pengetahuan tidak boleh hanya berputar di ruang kelas, tetapi harus mengalir ke sawah, pasar, dan balai desa. Goal akhirnya? Lahirnya Nagari yang tidak hanya mandiri secara finansial, tapi juga berdaulat secara teknologi dan inovasi.