Atap MCK Ambruk Diterjang Badai, BMH Ajak Sinergi Perbaikan untuk Santri Serpong

atap serpong

BISNISREAL.COM, SERPONG — Puluhan santri di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Firdaus, Serpong, kini tengah menghadapi ujian berat. Fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang menjadi kebutuhan dasar mereka mengalami kerusakan parah setelah diterjang badai angin kencang yang melanda wilayah tersebut sepekan lalu. Di tengah keterbatasan, harapan para santri kini bergantung pada kepedulian dan sinergi berbagai pihak.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 7 Oktober 2025, saat hujan deras disertai badai melanda kawasan Kampung Jaletreng, Kelurahan Serpong, Tangerang Selatan. Angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan merusak beberapa bangunan di sekitar pesantren. Salah satu yang paling terdampak adalah fasilitas MCK yang sehari-hari digunakan para santri.

“Atapnya jebol diterpa angin. Material genteng dan rangka yang sudah rapuh tak mampu menahan terjangan badai,” tutur salah seorang pengurus pondok.

Mengetahui kondisi tersebut, pihak pesantren langsung melakukan penanganan awal. Mereka mencoba memperbaiki kerusakan yang tampak ringan. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata struktur atap MCK sudah tidak bisa dipertahankan. Diperlukan pembongkaran total dan penggantian dengan material baru agar aman digunakan.

Sayangnya, kendala biaya menjadi penghambat utama. Donasi yang terkumpul baru mencapai satu juta rupiah — jumlah yang jauh dari cukup untuk menutupi kebutuhan perbaikan total.

Melihat situasi itu, pihak pengurus kemudian menghubungi Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Banten. Mereka berharap BMH dapat membantu menggerakkan kepedulian masyarakat agar fasilitas penting ini segera diperbaiki.

Menanggapi laporan tersebut, tim Program dan Pemberdayaan (Prodaya) BMH Banten bergerak cepat. Pada Rabu, 15 Oktober 2025, tim yang dipimpin oleh Kadiv Prodaya BMH Banten, Roni Hayani, melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

“Kami melihat langsung kondisi MCK yang rusak parah. Atapnya bolong, sebagian dindingnya juga retak, dan ini sangat berisiko bagi keselamatan serta kesehatan para santri,” jelas Roni.

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Firdaus, Ustadz Nurdin Mustamin, mengungkapkan keprihatinannya.
“Dengan kondisi darurat seperti ini, mau tidak mau para santri tetap menggunakan fasilitas yang rusak karena tidak ada pilihan lain,” ujarnya lirih.

Menurutnya, MCK merupakan fasilitas vital yang menunjang kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan santri dalam beraktivitas sehari-hari. Kerusakan berkepanjangan dapat berdampak serius, bukan hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga pada semangat belajar dan ibadah para santri.

Roni menegaskan bahwa upaya perbaikan MCK bukan hanya persoalan membangun kembali infrastruktur, tetapi juga membangkitkan harapan.
“Perbaikan fasilitas ini bukan sekadar membangun kembali atap, melainkan juga merawat semangat belajar dan menjaga kesehatan anak-anak bangsa. Karena itu, BMH mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam perbaikan fasilitas pesantren ini,” ujarnya.

BMH Banten kini tengah membuka kesempatan bagi masyarakat, lembaga, maupun korporasi yang ingin turut berkontribusi. Sinergi kebaikan ini diharapkan dapat segera memulihkan fungsi fasilitas MCK agar para santri kembali beraktivitas dengan nyaman dan aman.

Sebagai informasi, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) adalah lembaga amil zakat nasional yang bergerak dalam penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah, wakaf, hibah, serta dana sosial kemanusiaan dan CSR perusahaan. BMH menyalurkan bantuan melalui empat pilar utama: pendidikan, dakwah, sosial-kemanusiaan, dan ekonomi umat.

Dengan dukungan dan sinergi semua pihak, diharapkan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Firdaus dapat segera memiliki kembali fasilitas MCK yang layak — simbol nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masa depan generasi Qur’ani./Herim