Nasionalisme Dipandang sebagai Benteng Ketahanan Bangsa dan Demokrasi

Nasionalisme Dipandang sebagai Benteng Ketahanan Bangsa dan Demokrasi

BISNISREAL.COM, Jakarta — Nilai nasionalisme kembali ditekankan sebagai benteng utama dalam menjaga ketahanan bangsa, stabilitas politik, dan persatuan nasional di tengah tantangan global yang semakin dinamis. Pemerintah menilai, tanpa nasionalisme yang kuat, demokrasi dan kedaulatan negara berpotensi melemah.

Hal itu disampaikan dalam amanat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang dibacakan oleh Deputi Kemenko Polkam Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono pada Upacara Bendera di lingkungan Kemenko Polkam, Senin (19/1/2026).

Purwito menyebut, perkembangan geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian menjadi cermin pentingnya penguatan jati diri bangsa. Nasionalisme, menurutnya, harus hidup dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan.

“Nasionalisme adalah kekuatan yang tumbuh dari hati warga negara dan menjadi fondasi solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Ia mencontohkan peran aktif pemerintah dalam penanganan bencana alam sebagai bentuk konkret nasionalisme. Kemenko Polkam, kata Purwito, akan membangun hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera sebagai upaya memulihkan harapan dan martabat warga.

Lebih lanjut, Purwito menekankan bahwa demokrasi yang sehat harus mampu menyalurkan nasionalisme secara positif. Partisipasi publik perlu diarahkan untuk memperkuat persatuan, menjaga harmoni sosial, dan mendukung pembangunan nasional.

Menutup amanatnya, jajaran Kemenko Polkam diajak untuk terus berperan aktif menjaga stabilitas politik, mengelola kebebasan secara bertanggung jawab, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara sebagai bagian dari peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia.