Dosen UNISA Bandung Ajarkan Brand Identity dalam Film Pendek ke Sineas Muda

BISNISREAL.COM, BANDUNG —  Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Imam Budi Sumarna, S.Kom., M.Sc., M.Ds, menyampaikan bahwa membangun brand identity menjadi langkah penting dalam menciptakan karya film pendek yang memiliki identitas dan nilai jual di industri kreatif.

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Imam Budi Sumarna, S.Kom., M.Sc., M.Ds, dalam kegiatan Pelatihan Dasar Kewirausahaan Pemuda Kota Bandung kategori film pendek yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung, pada 22–23 April 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Pasific, Jalan Pasir Kaliki, Bandung ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kemandirian ekonomi melalui industri kreatif berbasis audiovisual.

Dalam pemaparannya, Imam Budi Sumarna menekankan bahwa brand identity merupakan elemen penting dalam menentukan positioning sebuah karya film di tengah persaingan industri kreatif digital.

Ia menjelaskan bahwa proses membangun identitas brand dalam film pendek tidak hanya sebatas visual, tetapi juga mencakup konsistensi narasi serta karakter yang ingin disampaikan kepada audiens.

“Brand identity menjadi fondasi penting dalam sebuah karya, karena dari situlah audiens mengenali, mengingat, dan membedakan sebuah film dengan karya lainnya,” ungkapnya Kamis (23/04/2026).

Materi yang disampaikan meliputi pemahaman dasar dalam membangun identitas brand untuk proyek film, penyusunan elemen visual dan naratif yang konsisten, hingga penerapan konsep secara sederhana melalui penentuan nama, logo, warna, dan tone komunikasi.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan karya film pendek yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki nilai jual serta identitas yang kuat.

Kegiatan ini dinilai relevan dengan perkembangan industri kreatif saat ini, di mana film pendek tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang signifikan.

Di akhir kegiatan, disampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus berlanjut dalam membangun ekosistem kreatif yang inovatif, berkelanjutan, serta berdampak bagi peningkatan ekonomi generasi muda. [ ]

Dok foto: UNISA Bandung