BISNISREAL.COM, TANGERANG SELATAN — Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kalimat ini bukan sekadar penutup usia manusia, melainkan pengingat bahwa setiap jiwa pasti akan kembali kepada Sang Pencipta. Kisah duka ini bukan kiasan, melainkan kenyataan yang sering kita jumpai di sekitar kita.
Detik-detik sakaratul maut setiap manusia tidaklah sama. Ada yang berpulang dengan tenang, ada pula yang menyisakan kebingungan dan kecemasan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Rasa kehilangan datang begitu cepat, membuat keluarga sering kali tidak siap—antara percaya dan tidak percaya bahwa takdir telah tiba di rumahnya sendiri.
Tak jarang, kabar duka pun tertahan. Keluarga masih berusaha menguatkan diri sebelum menyampaikan kepada sanak saudara dan orang banyak. Dalam kondisi seperti itu, kepanikan mudah muncul, sementara hati masih berjuang menerima kenyataan.
Melalui keikutsertaan dalam Program Wakaf 9 in 1, Firdaus Memorial Park bersama Sinergi Foundation hadir mendampingi keluarga wakif di saat-saat paling rapuh.
Kami membantu menyampaikan kabar duka dengan cara yang menenangkan, melayani dengan empati, serta memastikan seluruh proses pemulasaraan jenazah berjalan sesuai tuntunan syariat, penuh kehormatan dan khidmat.
Sebagaimana manusia dimuliakan saat hidupnya, demikian pula jasadnya dimuliakan setelah wafat. Proses pemulasaraan dilakukan dengan penuh kehati-hatian—mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga mengantarkan ke liang lahat—sebagai bentuk penghormatan terakhir dan pengabdian kepada Allah SWT.
Dalam suasana duka itu, Bapak Jaelani—yang baru saja ditinggalkan sang istri—tak kuasa menahan kesedihan yang mendalam. Air mata menjadi saksi kehilangan yang amat berat.
Namun di tengah kepedihan, anak-anaknya yang shalihah berusaha menguatkan sang ayah, mengajaknya tetap tenang, khidmat, dan menghadiahkan doa terbaik bagi ibunda tercinta, mengutip cerita bapak Jaelani dan anak-anaknya,’’khoriay, pelayan Sinergi Foundaton”.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa kematian bukan hanya tentang perpisahan, tetapi juga tentang bagaimana kita menyiapkan, menghadapi, dan mengantarkan orang tercinta dengan penuh adab, doa, dan keikhlasan. Karena pada akhirnya, yang paling menenangkan adalah ketika semua dijalani dengan iman dan tawakal kepada Allah SWT. [ ]
Dok foto: Sinergi Foundation
Catatan: Nama dan identitas dalam kisah ini disamarkan untuk menjaga privasi

